Pancaroba. Masa seperti ini selalu jadi situasi yang kurang menyenangkan. Semuanya serba enggak jelas. Kadang hujan, kadang panas. Dan sudah pasti keadaan seperti ini akan mengundang penyakit. Sebuah situasi di mana terjadi perubahan yang otomatis akan menghadirkan beraneka ragam resiko.
Keadaan inilah yang sedang saya hadapi saat ini. Dunia saya mengalami perubahan.Jika tadinya saya menghabiskan sebagian waktu bersama orang-orang yang hidup di dunia penuh khayal, dunia ketawa ketiwi, dunia live today forget tomorrow, sekarang semuanya telah berganti.
Saya memutuskan untuk meninggalkan semua kenangan manis itu. Saya memutuskan untuk masuk ke dunia nyata, di mana tidak ada lagi orang yang berteriak-teriak semaunya, berlarian dengan bebasnya ataupun ngobrol sampai mau gila. Yah, sebuah chapter kehidupan harus ditutup.
Dan kini, saya sedang mengalami masa transisi, layaknya pergantian sebuah musim. Saya yang terbiasa berada di suasana ramai dan penuh kegilaan harus beradaptasi dengan suasana hening dan lingkungan yang lebih dewasa. Lingkungan yang lebih memikirkan sebab akibat, lingkungan yang menganut live today for a better tomorrow, lingkungan yang mungkin lebih baik untuk bisa bertahan hidup di dunia nyata. Dan itu semua cukup menyesakkan pada awalnya. Karena sekarang hidup saya dihiasi oleh rambu-rambu aturan. Harus hati-hati dalam melangkah, harus lebih tertib, HARUS BERTINGKAH LAYAKNYA ORANG DEWASA. MENYEBALKAN!
Tapi di sisi lain, saya sadar bahwa hal ini memang harus dilakukan. Yang namanya hidup pasti berputar, yang namanya musim pasti berganti. Jadi saya tidak mungkin menginginkan satu musim saja di hidup ini, sekalipun saya merasa sangat menikmatinya. It's just too imposible. Jadilah sekarang ini saya mulai bertarung untuk bisa bertahan di musim yang baru ini, lengkap dengan sejuta ketakutan, harapan dan semangat yang bercampur jadi satu.